Diduga Ada Aktivitas Pengambilan BBM Lewat Tandon Kubus di Jogoroto Jombang, Tim BPH dan Media Lakukan Pemantauan
- account_circle J-MP_MIN
- calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar


Jombang JurnalMabesPolri.my.id – Dugaan aktivitas pengambilan bahan bakar minyak (BBM) menggunakan tandon air berbentuk kubus di wilayah Jogoroto, Kabupaten Jombang, menjadi sorotan tim pemantau bersama sejumlah media. Dalam beberapa hari terakhir hingga Sabtu malam, tim mengaku terus melakukan pemantauan langsung di lokasi guna memastikan aktivitas yang berlangsung.
Pemantauan dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat terkait dugaan pengambilan BBM yang dinilai perlu mendapat perhatian serius. Dari hasil pemantauan di lapangan, tim menyebut telah mengantongi sejumlah bukti berupa foto, video, serta keterangan saksi di sekitar lokasi.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aktivitas tersebut disebut-sebut kerap berlangsung pada malam hari.
“Iya Pak, ada itu. Hampir setiap malam ada kegiatan seperti pengambilan solar. Kendaraan juga terlihat keluar masuk SPBU. Bahkan terkesan seperti dikawal oleh oknum anggota berhelm biru,” ujar seorang warga kepada tim.
Menindaklanjuti temuan tersebut, tim pemantau
bersama rekan-rekan media se-Jawa Timur menyatakan akan segera membuat laporan resmi disertai tembusan kepada Pangkostrad, Pangdam V/Brawijaya, PangKomar, Polresta Jombang serta Mabes Polri agar dugaan keterlibatan oknum dalam aktivitas yang dianggap melanggar hukum itu dapat segera diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, tim juga berencana melakukan konfirmasi langsung ke lokasi usaha yang berada di kawasan Jalan Mastrip, yang selama ini ramai diperbincangkan masyarakat. Dalam laporan tersebut turut disebut dugaan keterkaitan dengan sebuah perusahaan gas yang disebut-sebut milik seseorang berinisial M.
“Bukti foto, video, dan keterangan saksi sudah kami kantongi. Kami berharap ada respons dan klarifikasi secepatnya agar persoalan ini menjadi terang dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar tim pemantau.
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebutkan dalam laporan tersebut masih belum memberikan tanggapan resmi.
Redaksi: L
- Penulis: J-MP_MIN
Saat ini belum ada komentar